Insansport - Setelah perjuangan intens dan performa gila-gilaan di kompetisi Asia, ranking Liga Indonesia akhirnya naik signifikan usai Dewa United resmi lolos ke perempatfinal AFC Challenge League 2025–2026. Kabar ini langsung viral di kalangan pecinta bola Tanah Air, apalagi karena efeknya cukup besar buat posisi Indonesia di kancah Asia. Nggak cuma jadi pencapaian klub, tapi juga bukti nyata bahwa sepak bola Indonesia lagi menuju era yang lebih kompetitif.
Kenaikan ini bukan cuma sekadar angka di tabel AFC coefficient. Ini hasil dari kerja keras klub-klub Indonesia yang makin konsisten tampil di turnamen Asia. Dari sisi performa, strategi, sampai mentalitas, semuanya makin matang. Dan yang paling penting, keberhasilan ini bikin posisi Indonesia di atas Hong Kong, negara yang biasanya jadi langganan papan tengah Asia.
Nah, lewat artikel ini, kita bakal bahas secara detail gimana Dewa United bisa bantu nge-boost ranking Liga Indonesia, gimana sistem poin AFC itu jalan, sampai apa aja dampak jangka panjangnya buat klub-klub Indonesia ke depan. Siap? Let’s dive in!
Dewa United dan Perjalanan Epiknya di AFC Challenge League 2025–2026
Start Meyakinkan di Babak Grup
Sejak awal fase grup, Dewa United udah nunjukin kalau mereka bukan tim yang cuma numpang lewat. Dari tiga pertandingan pertama, mereka nggak pernah kalah, dan tiap laga selalu diwarnai pressing tinggi dan build-up yang rapi banget. Banyak pengamat AFC bahkan mulai melirik gaya main mereka yang disebut “smart and fearless” — khas klub modern.
Lolos Dramatis ke Perempatfinal
Partai penentuan melawan klub asal Vietnam jadi titik balik. Dewa United sempat tertinggal di babak pertama, tapi di menit-menit akhir mereka comeback dengan skor 2–1. Gol penentu di menit 88 bikin stadion meledak dan media sosial langsung rame. Berkat kemenangan itu, Dewa United lolos ke perempatfinal sebagai runner-up terbaik — dan poin AFC langsung naik signifikan.
Kontribusi Pemain Lokal dan Strategi Pelatih
Yang bikin keren, kontribusi pemain lokal kayak Egy Maulana dan Beckham Putra benar-benar terasa. Mereka bukan cuma pelengkap, tapi jadi kunci permainan cepat dan efisien. Pelatih asal Spanyol, Miguel Navarro, juga dapat banyak pujian karena berhasil nyatuin pemain muda dan senior jadi satu tim solid. Strateginya yang mengandalkan kombinasi short pass dan transisi cepat bikin lawan sering kelimpungan.
Dampak Langsung ke Ranking Liga Indonesia di Asia
Cara AFC Menentukan Koefisien Liga
Mungkin lo sempat bingung, gimana caranya performa satu klub bisa ngaruh ke ranking liga? Jadi, AFC punya sistem poin berdasarkan hasil klub-klub dari tiap negara di turnamen Asia. Setiap kemenangan, hasil imbang, atau progres ke babak selanjutnya kasih tambahan poin. Semakin jauh klub melangkah, semakin tinggi poinnya. Nah, Dewa United dengan lolos ke perempatfinal otomatis kasih bonus poin besar buat Indonesia.
Indonesia Geser Hong Kong dari Peringkat Asia
Update terbaru dari situs resmi AFC nunjukin Indonesia kini ada di posisi ke-13 Asia, naik satu tingkat dari sebelumnya di bawah Hong Kong. Skornya mencapai 39,2 poin, unggul tipis dari Hong Kong yang turun ke 38,7 poin. Lonjakan ini juga bikin Liga 1 jadi salah satu liga dengan pertumbuhan koefisien tercepat tahun ini.
Apa Artinya untuk Klub Indonesia Musim Depan
Kenaikan ranking ini punya efek nyata. Dengan posisi di atas Hong Kong, Indonesia berpeluang dapet jatah tambahan satu slot di AFC Challenge League 2026–2027. Artinya, lebih banyak klub lokal bisa tampil di turnamen internasional dan ngumpulin poin lagi buat mempertahankan posisi. Efek domino yang positif banget, kan?
Faktor yang Bikin Ranking Liga Indonesia Melesat
Konsistensi Klub di Kompetisi Asia
Selain Dewa United, klub-klub lain kayak Persib dan Bali United juga kasih kontribusi stabil di level Asia. Meski belum sejauh Dewa United, performa mereka di fase grup bantu menambah poin penting buat koefisien Indonesia. Konsistensi ini jadi sinyal kalau kualitas klub lokal udah makin merata.
Kualitas Pemain dan Pembinaan Akademi
Faktor lain yang nggak kalah penting adalah pembinaan akademi yang makin serius. Banyak klub sekarang punya tim muda dengan fasilitas dan kurikulum setara Asia Tenggara. Ini bukti bahwa Liga 1 nggak lagi asal main, tapi udah mulai mikirin regenerasi pemain.
Dukungan Fans dan Infrastruktur Domestik
Nggak bisa dipungkiri, fans punya pengaruh besar. Dukungan masif dari suporter, baik di stadion maupun online, jadi energi tambahan buat pemain. Selain itu, peningkatan infrastruktur stadion dan jadwal yang makin tertata juga bantu banget memperkuat citra Liga Indonesia di mata AFC.
Tantangan yang Masih Harus Dihadapi Liga Indonesia
Ketimpangan Kompetisi Domestik
Walau ranking naik, tantangan di dalam negeri masih banyak. Kesenjangan antara klub papan atas dan bawah masih kerasa. Beberapa klub masih struggle soal finansial dan manajemen, yang akhirnya berdampak ke performa di lapangan. Kalau ini bisa diperbaiki, peluang naik ranking bakal makin besar.
Infrastruktur dan Jadwal Padat
Masalah klasik yang juga belum sepenuhnya kelar adalah soal jadwal dan infrastruktur. Stadion beberapa daerah masih belum memenuhi standar AFC, dan jadwal kompetisi sering terlalu padat. Klub yang main di dua kompetisi sering kelelahan dan nggak maksimal.
Peningkatan Standar Manajemen Klub
Salah satu poin penting dari AFC adalah profesionalitas manajemen klub. Mulai dari lisensi, laporan keuangan, hingga tata kelola internal. Indonesia udah menuju ke arah sana, tapi masih butuh konsistensi biar nggak cuma naik ranking sesaat.
Prediksi dan Harapan Ranking Liga Indonesia di Musim Berikutnya
Peluang Masuk Top 10 Asia
Kalau tren positif ini berlanjut, bukan mustahil Indonesia bisa tembus Top 10 Asia dalam dua musim ke depan. Syaratnya, klub-klub lokal harus terus tampil stabil di turnamen AFC dan nggak hanya mengandalkan satu tim aja. Semakin banyak klub berprestasi, makin kuat posisi Liga 1 di ranking Asia.
Strategi Penguatan Kompetisi Domestik
Salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan adalah memperbaiki sistem liga domestik. AFC juga mempertimbangkan faktor keseimbangan kompetisi dan kualitas pertandingan dalam menilai ranking. Jadi, penting banget buat operator liga menjaga kualitas tiap musim tetap kompetitif.
Harapan Fans dan Dampak bagi Timnas Indonesia
Naiknya ranking Liga Indonesia tentu berpengaruh juga ke Timnas Indonesia. Dengan banyak pemain yang tampil di level Asia, pengalaman mereka bakal makin matang. Fans pun berharap prestasi ini bisa jadi sinyal kebangkitan sepak bola nasional secara keseluruhan.
Kesimpulan — Momentum Emas bagi Liga Indonesia
Kenaikan ranking Liga Indonesia setelah Dewa United lolos ke perempatfinal AFC Challenge League 2025–2026 jelas bukan kebetulan. Ini hasil kerja kolektif klub, pelatih, pemain, fans, dan federasi. Momentum ini harus dijaga biar nggak berhenti di satu musim aja.
Kalau semua pihak terus solid, bukan nggak mungkin Liga Indonesia bakal jadi salah satu liga paling diperhitungkan di Asia Tenggara bahkan Asia secara keseluruhan. Dewa United udah buka jalan, sekarang giliran klub lain buat terus dorong ranking kita makin tinggi.